Kitab Taurat: Pengertian, Isi, dan Kedudukannya dalam Al-Qur'an

Kitab Taurat


Beriman kepada kitab-kitab Allah adalah rukun iman keempat yang wajib diyakini setiap Muslim. Salah satu kitab yang wajib diimani adalah Kitab Taurat, wahyu yang Allah Subhanahu Wa Ta'ala turunkan kepada Nabi Musa 'alaihissalam sebagai petunjuk bagi kaum Bani Israil.


Pengertian Kitab Taurat

Taurat berasal dari bahasa Ibrani Torah (תּוֹרָה) yang berarti petunjuk, pengajaran, atau hukum. Dalam Islam, Taurat merujuk pada kitab suci yang Allah turunkan kepada Nabi Musa 'alaihissalam sebagai pedoman akhlak dan undang-undang kehidupan bagi Bani Israil.

Taurat yang dalam bahasa Ibrani disebut Thora, adalah kitab suci yang diturunkan Allah Ta'ala kepada Nabi Musa 'alaihissalam untuk membimbing kaumnya yaitu Bani Israil. Hal itu disebutkan Allah Subhanahu Wa Ta'ala pada ayat berikut:

"Dan Kami berikan kepada Musa kitab (Taurat) dan Kami jadikan kitab Taurat itu petunjuk bagi Bani Israil (dengan firman): 'Janganlah kamu mengambil penolong selain Aku.'" (QS. Al-Isra': 2)


Komponen Kitab Taurat

Taurat merupakan salah satu dari tiga komponen dalam kitab suci agama Yahudi yang disebut Biblia (Al-Kitab), yaitu:

  • Torah (Taurat) — Lima Kitab Musa berisi hukum, sejarah, dan syariat
  • Nevi'im (Nabi-Nabi) — Tulisan para nabi seperti Yosua, Samuel, dan Yesaya
  • Ketuvim (Tulisan-Tulisan) — Karya sastra suci seperti Mazmur (Zabur Daud) dan Amsal

Orang-orang Kristen menyebutnya Old Testament (Perjanjian Lama).


Lima Kitab dalam Taurat

Taurat yang terdapat dalam Perjanjian Lama terdiri dari lima kitab yang berasal dari Nabi Musa 'alaihissalam.

a. Kitab Kejadian (Genesis)

Kitab ini berisi kisah kejadian alam semesta, penciptaan Nabi Adam 'alaihissalam dan Hawa, turunnya Nabi Adam dan Hawa ke bumi, serta kisah Nabi Yusuf 'alaihissalam.

b. Kitab Keluaran (Exodus)

Kitab ini berisi kisah keluarnya Bani Israil dari penindasan Fir'aun di Mesir di bawah pimpinan Nabi Musa 'alaihissalam. Kitab ini juga menceritakan keberadaan Nabi Musa di Padang Tiah (Semenanjung Sinai) selama 40 tahun untuk berdoa kepada Allah Yang Maha Esa. Dalam doa Nabi Musa, Allah Ta'ala menurunkan Sepuluh Perintah (Ten Commandments).

c. Kitab Imamat (Leviticus)

Kitab ini berisi himpunan syariat dalam agama Yahudi, termasuk tata cara ibadah, hukum halal-haram, dan aturan kemurnian ritual.

d. Kitab Bilangan (Numbers)

Kitab ini berisi cacah jiwa keturunan dua belas suku bangsa Israil pada masa Nabi Musa 'alaihissalam.

e. Kitab Ulangan (Deuteronomy)

Kitab ini berisi ulangan kisah dikeluarkannya Bani Israil dari tanah Mesir dan himpunan syariat sebagai wasiat Nabi Musa sebelum wafat.


Sepuluh Perintah Allah (Ten Commandments)

Ketika Nabi Musa berada di Padang Tiah, Allah Ta'ala menurunkan Sepuluh Perintah yang diukir pada dua loh batu. Allah berfirman:

"Dan telah Kami tuliskan untuk Musa pada loh-loh (Taurat) segala sesuatu sebagai pelajaran dan penjelasan bagi segala sesuatu." (QS. Al-A'raf: 145)

Adapun isi Sepuluh Perintah tersebut adalah:

  1. Hormati dan cintai satu Allah; jangan menyembah selain-Nya
  2. Sebutlah nama Allah dengan hormat
  3. Kuduskanlah hari Tuhan (Hari Sabat, yaitu hari ke-7 setelah bekerja enam hari)
  4. Hormatilah ibu dan bapakmu
  5. Jangan membunuh
  6. Jangan berzina atau berbuat cabul
  7. Jangan mencuri
  8. Jangan berdusta
  9. Jangan menginginkan berbuat cabul
  10. Jangan menginginkan milik orang lain dengan cara yang tidak halal

Ajaran-Ajaran Pokok dalam Taurat

Selain hukum dan syariat, Taurat mengandung ajaran rohani yang sangat mendalam. Berikut beberapa sabda Allah dalam Taurat:

"Wahai anak Adam! Janganlah engkau takut kepada sultan atau penguasa selama kekuasaan-Ku tetap ada — dan kekuasaan-Ku itu kekal dan tidak akan ada habisnya."

"Wahai anak Adam! Aku menciptakan engkau agar engkau beribadah kepada-Ku, maka janganlah engkau main-main."

"Wahai anak Adam! Janganlah engkau takut tidak mendapat rezeki, selama simpanan-Ku masih penuh — dan simpanan-Ku tidak akan ada habisnya selama-lamanya."

"Wahai anak Adam! Engkau harus melaksanakan kewajibanmu, dan Aku jamin rezekimu. Maka jika engkau menyalahi kewajibanmu kepada-Ku, Aku tetap tidak akan menyalahimu dalam hal rezeki yang layak."

"Wahai anak Adam! Jika engkau rela dengan rezeki yang Aku berikan, berarti engkau telah memberi ketenteraman kepada badan dan hatimu. Namun jika tidak rela, dunia akan menguasai dan menunggangimu seperti binatang buas di padang pasir. Demi kemuliaan dan keagungan-Ku — engkau tidak akan mendapat selain apa yang Aku berikan kepadamu."


Kedudukan Taurat dalam Aqidah Islam

Mengimani Kitab Taurat adalah kewajiban setiap Muslim sebagai bagian dari rukun iman keempat. Ada tiga hal penting yang perlu dipahami:

Pertama, Muslim meyakini bahwa Taurat dalam bentuk aslinya adalah firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Musa, memuat petunjuk dan cahaya bagi Bani Israil, sebagaimana ditegaskan dalam QS. Al-Ma'idah: 44.

Kedua, umat Islam tidak wajib mengikuti syariat Taurat karena telah disempurnakan oleh Al-Qur'an. Allah berfirman dalam QS. Al-Ma'idah: 48 bahwa Al-Qur'an adalah muhaiminan (pengawas dan pembenar) atas kitab-kitab sebelumnya.

Ketiga, Al-Qur'an menegaskan bahwa sebagian isi Taurat telah diubah oleh tangan manusia (QS. Al-Ma'idah: 13), sehingga Taurat yang beredar saat ini tidak sepenuhnya sama dengan wahyu asli yang diterima Nabi Musa 'alaihissalam.

"Dan Kami turunkan kepadamu Al-Kitab (Al-Qur'an) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri." (QS. An-Nahl: 89)


Kesimpulan

Kitab Taurat adalah wahyu Allah yang diturunkan kepada Nabi Musa 'alaihissalam sebagai petunjuk bagi Bani Israil. Taurat memuat lima kitab utama, Sepuluh Perintah Allah sebagai dasar moral universal, serta ajaran rohani tentang tauhid dan tawakkal. Meskipun hukum-hukumnya telah disempurnakan oleh Al-Qur'an, nilai-nilai universal yang dikandungnya — ketauhidan, keadilan, dan kejujuran — tetap sejalan dengan ajaran Islam hingga hari ini.

Wallahu a'lam bishawab.

Share on Google Plus

- eela

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ artinya : "Sebaik-Baik Kalian Adalah Orang Yang Belajar Al-Quran Dan Mengajarkannya."
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment