Alquran - Belajar Mendidik Anak Seperti Kisah Luqman

Orangtua Dan Anak

Kalau kita membaca Al-Quran, banyak sekali kisah-kisah yang diceritakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala di dalamnya. Ada kisah tentang nabi-nabi, ada kisah tentang penciptaan manusia, ada kisah orang yang zalim dan durhaka kepada Allah dan ada juga kisah tentang hamba-hamba sholeh pilihan Allah Ta’ala. Kalau misalnya kisah tentang nabi salah satunya adalah kisah Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam bersama puteranya Nabi Isma’il ‘Alaihissalam ketika meninggikan pondasi dari Baitullah Ka’bah.

Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): "Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui". (Q.S. Al-Baqarah : 127)



Sepertinya kita banyak sekali membaca dan mendengar tentang kisah berbagai nabi di Al-Quran. Tetapi ada juga ayat Al-Quran yang menceritakan tentang hamba-hamba sholeh yang memang Allah Subhanahu Wa Ta’ala sendiri yang menceritakannya di Al-Quran. Seperti kisah pertemuan Nabi Khidr ‘Alaihissalam dan Nabi Musa ‘Alaihissalam, ada juga kisah ibunda Nabi ‘Isa ‘Alaihissalam yaitu Siti Maryam, ada juga kisah Dzulqarnain, dan tak lupa ada juga kisah Luqman. Kalau berbicara mengenai kisah Luqman di Al-Quran mungkin tidak banyak orang yang mengetahui. Mungkin kita pernah menyebut namanya dan terkadang mendengarnya, tetapi untuk kisahnya di Al-Quran tidak secara lengkap kita mengetahuinya.  Luqman ini adalah salah satu hamba pilihan Allah yang sangat sholeh dan taat kepada Tuhan. Dia sangat cinta kepada Allah dan Allah pun begitu mencintainya.

Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: "Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji." (Q.S. Luqman : 12)


Di dalam Al-Quran, Allah Subhanahu Wa Ta’ala bahkan menjadikan tersendiri Luqman menjadi salah satu nama surah di Al-Quran, yaitu Surah Luqman. Letaknya pada surah ke 31, sebelum surah Ar-Ruum dan setelah surah As-Sajdah. Surah Luqman ini terdiri dari 34 ayat dan di dalamnya terdapat kisah Luqman. Di dalam Surah Luqman ini sangat terkenal dengan kisah nasehatnya kepada anaknya. Ada beberapa nasehat dari Luqman kepada anaknya yang sangat penuh dengan hikmah dan pelajaran. Kisah nasehat Luqman kepada anaknya ini dapat dijadikan sebagai pelajaran bagi para ayah ataupun bapak yang memiliki anak. Karena Allah Ta’ala juga mengisahkan hal ini agar para orang tua khususnya para ayah untuk mencontoh daripada sikap Luqman ini.



Nasehat pertama Luqman kepada anaknya ialah jangan menyekutukan Allah dengan sesuatu pun

Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar." (Q.S. Luqman : 13)


Di zaman sekarang ini jarang sekali kita jumpai ayah yang memberi nasehat kepada anaknya untuk jangan menyekutukan Allah. Yang kita sering jumpai banyak ayah yang menyuruh anaknya untuk belajar agar suatu saat dia bisa menjadi orang yang sukses. Itu memang tidak salah, tapi kesuksesan tidak akan berarti kalau keimanan di dalam diri sang anak tidak dipupuk sejak kecil dan tetap ditanamkan sampai ia besar. Maka dari itu mari kita nasehati anak kita agar jangan menyekutukan Allah, karena kalau kita menyekutukan-Nya itu adalah kezaliman yang besar dan dosa yang tidak akan diampuni Allah.

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar. (Q.S. An-Nisaa’ : 48)


Kemudian nasehat kedua dari Luqman untuk anaknya ialah untuk memperhatikan segala apa yang dilakukan, karena apapun itu meskipun sebesar biji sawi maka Allah akan membalasnya.

(Luqman berkata): "Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui. (Q.S. Luqman : 16)


Itu secara tidak langsung mengajarkan kepada anak kita untuk senantiasa melakukan kebaikan dan menghindari dari perbuatan maksiat. Karena segala sesuatu akan dimintai pertanggung jawabannya.

Nasehat selanjutnya adalah untuk mendirikan sholat, menyuruh orang untuk berbuat baik dan melarang orang untuk berbuat hal yang mungkar, dan tidak lupa untuk senantiasa menjadi orang yang sabar.

Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah). (Q.S. Luqman : 17)


Nasehat selanjutnya adalah jangan menjadi orang yang sombong, karena Allah sangat membenci orang yang sombong dan membanggakan diri. Jadi kita ajarkan anak kita untuk tidak menjadi orang yang angkuh alias sombong, ajari anak kita agar menjadi orang yang rendah hati.

Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. (Q.S. Luqman : 18)


Nasehat terakhir dari Luqman adalah berjalan dengan sederhana (jangan terlalu cepat dan jangan terlalu lambat) dan melunakkan suara kita ketika berbicara. Jadi kita menyuruh anak kita agar menjadi orang yang sopan.

Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai. (Q.S. Luqman : 19)


Jadi itulah nasehat dari Luqman kepada anaknya, ada 5 nasehat pokok dari Luqman yang patut dicontoh bagi para orang tua, terkhusus lagi bagi para ayah untuk anaknya.
Share on Google Plus

-

-
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment

Baca Juga