Kampung Tempat Bangsa Yahudi Melanggar Janji di Hari Sabtu


Allah Yang Maha Kuasa menjelaskan di dalam Kitab-Nya (Al-Quran) tentang kampung tempat di mana bangsa Yahudi melanggar perjanjiannya dengan Allah pada hari Sabtu (pada zaman Nabi Musa AS dahulu) dan atas pelanggarannya tersebut Allah Ta’ala pun menghukum bangsa Yahudi (kala itu). Berikut adalah penjelasannya.

1. Surah Al-Baqarah : 65
Dan sesungguhnya telah kamu ketahui orang-orang yang melanggar diantaramu pada hari Sabtu[1], lalu Kami berfirman kepada mereka: "Jadilah kamu kera[2] yang hina".

2. Surah An-Nisaa’ : 154
Dan telah Kami angkat ke atas (kepala) mereka bukit Thursina untuk (menerima) perjanjian (yang telah Kami ambil dari) mereka. Dan kami perintahkan kepada mereka: "Masuklah pintu gerbang itu sambil bersujud[3]", dan Kami perintahkan (pula) kepada mereka: "Janganlah kamu melanggar peraturan mengenai hari Sabtu[4]", dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang kokoh.

3. Surah Al-A’raaf : 163
Dan tanyakanlah kepada Bani Israil tentang negeri[5] yang terletak di dekat laut ketika mereka melanggar aturan pada hari Sabtu[6], di waktu datang kepada mereka ikan-ikan (yang berada di sekitar) mereka terapung-apung di permukaan air, dan di hari-hari yang bukan Sabtu, ikan-ikan itu tidak datang kepada mereka. Demikianlah Kami mencoba mereka disebabkan mereka berlaku fasik.

4. Surah Al-A’raaf : 166
Maka tatkala mereka bersikap sombong terhadap apa yang dilarang mereka mengerjakannya, Kami katakan kepadanya: "Jadilah kamu kera yang hina[2].

[1]. Hari Sabtu ialah hari yang khusus untuk beribadat bagi orang-orang yahudi.
[2]. Sebagian ahli tafsir memandang bahwa ini sebagai suatu perumpamaan , artinya hati mereka menyerupai hati kera, karena sama-sama tidak menerima nasehat dan peringatan. Pendapat Jumhur mufassir ialah mereka betul-betul beubah menjadi kera, hanya tidak beranak, tidak makan dan minum, dan hidup tidak lebih dari tiga hari.
[3]. Yang dimaksud dengan pintu gerbang itu lihat pada surat Al Baqarah ayat 58 dan bersujud maksudnya menurut sebagian ahli tafsir: menundukkan diri.
[4]. Hari Sabtu ialah hari Sabbat yang khusus untuk ibadah orang Yahudi.
[5]. Yaitu kota Eliah yang terletak di pantai laut Merah antara kota Mad-yan dan bukit Thur.

[6]. Menurut aturan itu mereka tidak boleh bekerja pada hari Sabtu, karena hari Sabtu itu dikhususkan hanya untuk beribadat.

Share on Google Plus

-

-
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment

Baca Juga