Pertanian Sebagai Perumpamaan Yang Baik di Al-Quran


Bertani merupakan ibadah karena dalam bertani pun kita harus selalu berikhtiar, bertawakal, bersabar, dan bersyukur. Hal tersebut merupakan perumpamaan baik karena kita harus berikhtiar, yakni berusaha untuk menjaga dan mengolah pertanian dengan baik agar mendapatkan hasil pertanian yang sesuai dengan harapan. Berikhtiar saja pun tak cukup, dalam bertani kita pun harus bertawakal kepada Allah, karena semuan di dunia ini adalah milik Allah, Allah-lah yang menentukan segalanya, rezeki Allah-lah yang memberi. Bila Allah berkehendak demikian, maka demikianlah hasilnya.

Tak luput dalam bertani pun harus bersabar dan bersyukur. Bersabar karena hasil pertanian membutuhkan waktu yang panjang, tidak dengan waktu yang kilat sebagaimana kita memakan makanan yang berasal dari hasil pertanian tersebut. Dan contoh lainnya bersabar ketika mulai mengolah tanah, kemudian menanam bibit, lalu merawatnya dengan sepenuh hati. Semua itu memerlukan kesabaran. Sabar manakala pertanian tersebut diserang hama dan penyakit, maka kita harus merawatnya dengan lebih intensif. Hama seperti binatang atau pun serangga yang memakan pertanian kita apabila kita ikhlas, hal itu dapat berupa pahala, karena sama halnya kita bersedekah untuk para hama itu. Kesabaran sangat diuji manakala hasil pertanian yang telah dirawat dengan penuh jerih payah tersebut dicuri sebagian, namun apabila kita ikhlas, maka pahalalah yang kita dapat. Ikhlas agar hasil curian tersebut sebagai sedekah baginya. Bersyukurlah atas segala rahmat dan rezeki yang Allah berikan. Karena didalam pertanian banyak ladang pahalanya. Tanpa pertanian maka kitakan sulit untuk memenuhi kebutuhan seperti sandang, pangan, dan bahkan papan. Allah pun berfirman dalam kitabnya, Al-Quran,

pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat. Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikitpun. (QS Ibrahim : 25-26)

"Tiada seorang Muslim yg bertani/berladang lalu hasil taninya dimakan burung atau manusia atau binatang melainkan bagi dirinya pahala bersedekah (HR. Bukhari)"[Sumber : gamaisunsoed.blogspot.com]
Share on Google Plus

-

-
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment

Baca Juga